Bosan berhubungan seks? Jangan melotot tak percaya dulu, dong. Betul, banyak orang yang mengalami kebosanan dan tak lagi bergairah. Dan yang mengalami, tak mesti orangtua berusia 60 tahun ke atas. Berapa pun usia Anda, pada satu ketika Anda bisa saja kehilangan gairah bercinta.
Untuk bisa mengatasinya, kenali dulu apa saja yang mungkin menghambat gairah seksual. Namanya saja bercinta, jadi hubungan seks semestinya penuh dilandasi cinta kasih. Tanpa cinta kasih, hubungan seks yang terjadi biasanya terasa superfisial. Kalaupun ada cinta, seringkali cinta hilang di tengah jalan. Sehingga hubungan seks terasa hambar dan tidak sensasional lagi.
Bisa jadi cinta masih ada di situ, tapi kelelahan dan perasaan tertekan akibat pekerjaan atau masalah lain membuat seks kehilangan gregetnya. Masalah-masalah di luar aktivitas kamar tidur juga sering menjadi penyebab hilangnya selera bercinta. Itu sebabnya, jangan menunda menyelesaikan pertengkaran. Apalagi berusaha menyelesaikan pertengkaran dengan hubungan seks. Tidak jarang gairah hilang karena terganggu sesuatu. Misalnya, ketika sedang seru-serunya bermesraan, tahu-tahu ada saudara jauh datang dari daerah. Bete nggak sih?
Hormon juga bisa disalahkan sebagai penyebab bosan berhubungan intim. Setelah melahirkan, kuantitas hormon estrogen dan testosteron pada tubuhnya menurun drastis. Itu sebabnya ia tak berselera berhubungan intim. Ketika seorang wanita mulai memasuki menopause, gairah seksnya kembali menurun. Soalnya hormon endrogen si wanita berkurang. Banyak penelitian menunjukkan wanita menopause yang mendapatkan tambahan hormon testosteron, menjadi lebih bergairah dan cenderung lebih aktif berfantasi seksual.
Ada pula obat-obatan tertentu yang memiliki efek samping menurunkan gairah seksual. Obat anti depresan atau pil KB tententu bisa mengakibatkan ‘semangat tempur’ seseorang melemah. Untuk yang satu ini Anda harus mengkonsultasikannya dengan dokter.
Untuk bisa mengatasinya, kenali dulu apa saja yang mungkin menghambat gairah seksual. Namanya saja bercinta, jadi hubungan seks semestinya penuh dilandasi cinta kasih. Tanpa cinta kasih, hubungan seks yang terjadi biasanya terasa superfisial. Kalaupun ada cinta, seringkali cinta hilang di tengah jalan. Sehingga hubungan seks terasa hambar dan tidak sensasional lagi.
Bisa jadi cinta masih ada di situ, tapi kelelahan dan perasaan tertekan akibat pekerjaan atau masalah lain membuat seks kehilangan gregetnya. Masalah-masalah di luar aktivitas kamar tidur juga sering menjadi penyebab hilangnya selera bercinta. Itu sebabnya, jangan menunda menyelesaikan pertengkaran. Apalagi berusaha menyelesaikan pertengkaran dengan hubungan seks. Tidak jarang gairah hilang karena terganggu sesuatu. Misalnya, ketika sedang seru-serunya bermesraan, tahu-tahu ada saudara jauh datang dari daerah. Bete nggak sih?
Hormon juga bisa disalahkan sebagai penyebab bosan berhubungan intim. Setelah melahirkan, kuantitas hormon estrogen dan testosteron pada tubuhnya menurun drastis. Itu sebabnya ia tak berselera berhubungan intim. Ketika seorang wanita mulai memasuki menopause, gairah seksnya kembali menurun. Soalnya hormon endrogen si wanita berkurang. Banyak penelitian menunjukkan wanita menopause yang mendapatkan tambahan hormon testosteron, menjadi lebih bergairah dan cenderung lebih aktif berfantasi seksual.
Ada pula obat-obatan tertentu yang memiliki efek samping menurunkan gairah seksual. Obat anti depresan atau pil KB tententu bisa mengakibatkan ‘semangat tempur’ seseorang melemah. Untuk yang satu ini Anda harus mengkonsultasikannya dengan dokter.






0 comments:
Post a Comment